Oleh: munggang | 25 Februari 2009

Runtuhnya Ekonomi Latvia, Salah Satu Efek Krisis global

Hari-hari ini, dunia masih terus dipusingkan oleh krisis global yang entah sampai kapan akan berakhir. Kebijakan bantuan ekonomi dari tiap2 negara di dunia telah digulirkan untuk meminimalisir dampak yang mungkin terjadi. Namun sayang, gelombang krisis ini seakan-akan tidak mengenal kasihan, melibas apapun yang ada di depannya.

Jika dalam berita2 sebelumnya, korporasi adalah garda terdepan yang terkena imbasnya, kali ini imbas tersebut juga telah menyebabkan bangkrutnya sebuah negara. Latvia menjadi negara kedua di Eropa yang tumbang setelah Eslandia.

Latvia adalah bekas negara Uni Soviet yang merdeka di tahun 1991. Pada tahun 2004, dengan jumlah penduduk mencapai 2.2 juta orang, Latvia bergabung dengan UniEropa. Meskipun bergabungnya Latvia saat itu menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi hingga dijuluki sebagai “Macan Baltik”, saat ini kondisi perokonomiannya telah berbalik 180 derajat.

Bulan lalu, GDP negara ini telah menurun 10.5 persen jika dibandingkan dengan awal tahun berjalan. Bahkan Menteri Keuangan Latvia memperkirakan angka ini akan terus menurun mencapai 12 persen hingga akhir 2009. Prediksi ini pun masih tergolong optimistic. Itu artinya, nilai aktual penuruan bisa lebih besar.

Demonstrasi massa mulai meningkat seiring semakin tingginya angka pengangguran. Gaji pegawai negeri dipotong 25 persen, sementara anggaran administrasi pemerintahan lokal telah dipotong hingga 40 persen. Latvia telah menjadi negara pesakitan yang siap dirawatinapkan oleh IMF untuk mengobati krisis ekonomi yang menimpanya.

Ternyata, masih ada negara lainnya di Eropa Timur yang terancam mengalami hal serupa dengan Latvia. Ukraina adalah salah satunya. Akibat kekacauan politik dalam negeri, produksi industri di negara itu telah turun lebih dari 30 persen, terburuk dalam 10 tahun terakhir.

Ekonomi Latvia dan Uni Eropa

Hal yang menarik dari kasus Latvia adalah ekonomi negara itu justru rapuh setelah memutuskan bergabung dengan Uni Eropa. Menjadi bagian dari masyarakat ekonomi Eropa yang menggunakan Euro sebagai mata uangnya, telah menciptakan inflasi yang cukup tinggi di Latvia. Alih-alih meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam negeri, Latvia justru semakin tergopoh-gopoh mengejar negara2 lainnya yang fondasi ekonominya jauh lebih kuat. Hal ini terjadi dalam kurun waktu kurang dari 5 tahun.

Sumber:
http://www.iht.com/articles/2009/02/20/europe/latvia.php


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: