Oleh: munggang | 26 Februari 2009

Belajar dari Premji

Pria muda itu sedang menyelesaikan kuliah kelistrikannya di Stanford University, California, Amerika Serikat, ketika kabar itu dating pada 1966. Ayahanda tercinta wafat, dan ia harus segera pulang ke kampung halamannya.

Pria itu bernama Azim Hashim Prenji, orang yang dijuluki sebagai Bill Gates-nya India. Saat ini, di usianya yang ke 62, ia menjadi salah satu orang terkaya dunia versi majalah Forbes melalui bendera Wipro, imperium bisnis computer global yang dirintisnya sejak muda dengan gigih. Wipro sendiri merupakan kependekan dari Western Indian Vegetable Products. Lalu apa hubungan antara sayur-mayur dan teknologi computer? Jawabannya adalah sebuah riwayat perjuangan.

Setelah sang ayah meninggal dunia, Premji mewarisi perusahaan pemroses dan penjual minyak sayur dengan omzet US$ 2,1 juta di Bangalore. Dalam suasana hati yang masih galau dan usia yang sangat muda (saat itu 21 tahun), untuk pertama kalinya Premji menghadiri RUPS perusahaan yang dirintis ayahnya. Seorang peserta dengan sinis menyarankan agar dia menjual sahamnya dan menyerahkan kepemimpinan perusahaan pada orang yang lebih matang. Ujian pertama telah datang, kemampuannya diragukan.

“Sengatan” itu ibarat cambuk. Premji hendak membuktikan bahwa dia mampu memimpin perusahaan. Ia mantap berhenti kuliah untuk menduduki kursi panas tersebut. Awalnya, Wipro hanya berdagang minyak goring. Belakangan, perusahaan itu merambah ke lemak roti, lalu sabun dan pasta gigi, keperluan mandi bayi, produk lampu dan silinder hidrolik. Premji lalu menggiring perusahaannya masuk bidang piranti lunak computer.

Empat puluh satu tahun setelah RUPS bersejarah itu, Wipro di tangan Premji menjelma menjadi sebuah korporasi global dengan laba bersih mencapai US$ 216,4 juta. Premji sendiri kini menduduki urutan kelima orang terkaya di India dengan harta Rp 128,8 triliun.

Meskipun demikian, pembawaan Premji tetaplah bersahaja. Dia tinggal di rumah milik satu-satunya di Bangalore. Pria penganut Islam Islamili berdarah Gujarat itu masih menyetir sendiri mobil Ford Escort usangnya. Bila bepergian, bahkan untuk keperluan bisnis, dia selalu memilih penerbangan kelas ekonomi. Seperti digambarkan Koran harian Bisnis India, Premji tetap seorang pekerja keras.

Ingin mengintip resep bisnis Premji? Inilah resepnya yang dirangkum harian Business India:

1. Jangan pernah mengompromikan nilai-nilai fundamental dalam situasi apapun.

2. Bangun kepercayaan diri.

3. Selalu melihat ke depan.

4. Selalu tempatkan orang-orang terbaik di sekitar Anda, meskipun mereka lebih muda dari Anda.

5. Miliki komitmen obsesif pada kualitas.

6. Bermain untuk menang.

7. Serahkan semua pada Kekuatan Yang di Atas

Anda bisa bayangkan, dengan 80% lebih sahamnya di Wipro, Premji mestinya bisa berbuat apa saja terhadap perusahaan itu. Awal 2006, anaknya Rishad Premji (kini 32 tahun), harus menghadapi satu panel penguji kelayakan untuk bisa masuk perusahaan ayahnya. Padahal anak pertama Premji itu sudah punya bekal akademis yang lebih dari cukup: lulusan Harvard Business School, salah satu sekolah bisnis terbaik di muka bumi. Itu pun dimungkinkan setelah dewan direksi dengan susah payah berhasil meyakinkan Premji bahwa tidak ada salahnya memasukkan anak sendiri ke dalam perusahaan.

Rupanya Premji bersikeras: kalau tidak bisa membuktikan dirinya memang layak, Rishad tidak akan dibiarkan mewarisi kursi puncak itu. Premji tidak ingin anaknya semata-mata menikmati, tetapi juga harus melestarikan imperium besar itu dnegan segenap kultur korporatnya.

Dirangkum dari tulisan Ary Ginandjar Agustian, Pendiri dan Pemimpin ESQ Leadership Center, Bisnis Indonesia 30 Maret 2008


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: