Oleh: munggang | 26 Februari 2009

Kendalikan Keinginan

Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan yang tak terbatas dengan sumber daya yang terbatas. Kalau diteliti lagi, sebenarnya yang tidak terbatas itu adalah keinginan, sedangkan kebutuhan relative terbatas yaitu sandang, pangan, papan, kesehatan dan pendidikan. Banyak oang terlilit utang kartu kredit utamanya karena ketidakmampuan membedakan keinginan dari kebutuhan ini.

Di sisi lain, sumber daya umumnya tersedia terbatas. Buat sebagian besar orang, sumber daya yang terbatas itu adalah penghasilan dan kekayaan yang dirasakan masih kurang. Buat para miliarder yang sudah tidak muda lagi, yang menjadi keterbatasannya mungkin bukan uang tetapi waktu dan atau tenaga yang dimiliki.

Memahami keterbatasan sumber daya ekonomi yang kita miliki, kunci menju kebebasan financial terletak pada pengendalian keinginan. Masalahnya, siapa pun tahu kalau membatasi keingina itu sulitnya bukan main. Keinginan adlah seperti harapan atau harga yang hanya kenal istilah naik atau bergerak satu arah.

Ada yang keberatan ketika diminta mengendalikan keinginannya dengan dalih, “buat apa membuat hidup kita yang hanya singkat ini menjadi tersiksa?” Alasan yang masuk akal tetapi siapa bilang mengendalikan keinginan itu selalu membuat hidup kita tersiksa? Siapa juga yang menyuruh Anda untuk terus menerus mengekang keinginan Anda? Yang disarankan adalah batasi kenginan Anda hingga Anda dapat mencapai kebebasan financial yaitu saat uang Anda dapat bekerja untuk Anda dalam memenuhi sebagian besar keingan anda tanpa harus bekerja keras.

Yang perlu diingat, kebebasan financial bukan terletak pada seberapa banyak asset produktif Anda dapat menghasilkan untuk Anda, tetapi lebih pada keseimbangan hasil asset itu dengan pengeluaran hidup Anda.

Seseorang dengan penghasilan pasif Rp 50 juta per bulan tetapi pengeluaran bulanannya mencapai Rp 60 juta belum bebas financial. Sebaliknya, mereka yang asset likuidnya hanya mampu menghasilkan Rp 6 juta per bulan sudah mencapai kebebasan financial jika pengeluaran bulanan hanya sekitar Rp 5 juta.

Dirangkum dari artikel Bisnis Indonesia, 23 Maret 2008
Karangan Budi Frensidy, staf pengajar FEUI dan penulis buku Matematika Keuangan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: