Oleh: munggang | 2 April 2009

Pelatihan Penulisan 12 PAS

Pada hari Sabtu tanggal 28 Maret yang lalu, saya berkesempatan mengikuti training “Cara Mudah Menulis Buku dengan Metode 12 PAS”. Training ini dibawakan oleh Bang Dodi Mawardi, salah satu penulis professional di tanah air yang sudah menerbitkan beberapa buah buku. Kebetulan beliau ini dulunya satu almamater SMA dengan saya. Jadi, selain bisa ikut pelatihan dengan diskon khusus, saya juga sekalian reunian dan silaturahim ke beliau.

Pelatihan yang dilaksanakan di aula kompleks Masjid Pondok Indah ini dimulai pukul 9.00 sampai dengan 17.00. Peserta yang hadir cukup beragam, baik dari segi usia maupun profesi. Ada yang masih kuliah dan ada pula yang sudah pensiun. Meskipun latar belakangnya berbeda, ternyata kami semua memiliki semangat yang sama: semangat untuk menulis buku dengan metode yang lebih baik dan berupaya menerbitkannya.

Beberapa orang mungkin bertanya, kenapa sih dinamakan 12 PAS? Apa maksud 12 PAS di sini?

Ternyata, jawabannya sederhana. 12 PAS ini maksudnya 12 pekan. Jadi, siapapun yang telah mengikuti pelatihan dan membaca bukunya, diharapkan sudah mampu menulis satu buah buku jenis non fiksi dalam waktu 12 pekan. Hmm…menantang sekali kan?

Lalu, kenapa harus 12 pekan? Kenapa bukan 6 bulan atau setahun?

Nah, ini dia jawaban Bang Dodi:

1. Penerbit rata-rata menyetujui buku untuk diterbitkan dalam waktu 12 pekan

2. Banyak penulis hebat yang menyelesaikan buku kurang dari 12 pekan

Jadi, sebagai penulis pemula, jika kita mampu menyelsaikan satu buku tepat dalam 12 pekan, itu artinya kita sudah mendekati penulis hebat. Buku yang dihasilkan ini tebalnya berkisar antara 100-200 halaman.

Namun, sebelum bisa menerapkan metode 12 PAS, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Bang Dodi menyebutkan tiga hal. Yang pertama adalah komitmen. Tanyakan dulu ke diri sendiri. Kenapa kita mau nulis buku? Apa tujuannya? Seberapa kuat keinginan tersebut?

Yang kedua adalah disiplin. Tanpa disiplin, tidak akan ada kesuksesan. Lebih baik menulis sedikit demi sedikit tapi rutin. Untuk menjaga kedisiplinan, perlu juga untuk menetapkan target.

Yang ketiga adalah kuasai bahan. Paling tidak, 80% bahan yang akan ditulis sudah dikuasai. Jangan mulai menulis jika tidak menguasai bahannya.

Setelah itu mulailah menulis. Tulislah apa saja yang muncul di kepala kita. Jangan takut salah dan jangan pedulikan tata bahasa. Bang Dodi sendiri bahkan sampai mewanti-wanti: jangan pernah menulis sambil mengedit!! Luangkan setidaknya 30 menit hingga satu jam per harinya untuk menulis.

Selain beberapa info di atas, sebenarnya masih banyak lagi tips-tips lainnya yang diberikan oleh Bang Dodi. Tapi, saya tidak akan menuliskan semuanya di sini. Lebih baik beli bukunya dan ikut pelatihannya supaya bisa merasakan sendiri manfaatnya  ^_^

Overall, saya merasa puas dengan pelatihan metode 12 PAS yang diberikan. Manfaat yang diperoleh bukan hanya informasi mengenai tips & trik bagaimana menulis dengan mudah, melainkan juga bagaimana kiat-kiat menembus penerbit. Bahkan, beberapa peserta training yang memiliki konsep menarik sudah mendapatkan tawaran penulisan dari penerbit.

Bagaimana? Tertarik juga buat ikutan? Training selanjutnya akan diadakan 3 bulan lagi. Kenapa harus nunggu 3 bulan? Sebab, setiap angkatan, setelah selesai pelatihan akan terus dipandu untuk menulis selama 12 pekan via milis. Tujuannya, agar setiap alumnus benar-benar mendapatkan bimbingan sampai bukunya diterbitkan.

Bagi yang tertarik untuk menghubungi Bang Dodi, bisa kirim email ke dodimawardi@yahoo.com.

Mari kita menulis agar tidak menjadi manusia pra sejarah….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: