Oleh: munggang | 5 Mei 2009

Bola Yang Semakin Kecil

Dalam sebuah diskusi di suatu milis, saya tertarik dengan pernyataan yang disampaikan oleh salah satu peserta. Ada suatu filosofi hidup yang ingin disampaikan oleh peserta tersebut, bahwa seiring bertambahnya usia, kegemaran akan permainan “bola” pun ternyata mengalami perubahan ukuran dalam arti yang sebenarnya.

Saat masih muda, “bola” yang kita mainkan cenderung berukuran besar. Bola sepak, bola basket maupun bola voli adalah beberapa di antaranya. Tidak heran, olahraga inilah yang menjadi idola di kalangan remaja.

Memasuki usia pertengahan, golf merupakan olahraga pilihan bagi beberapa kalangan eksekutif. Kebutuhan untuk bersosialisasi demi memperlebar jejaring nampaknya menjadi alasan utama ketimbang fungsi utamanya sendiri, sebagai penjaga kebugaran.

Saat usia beranjak senja, bola-bola tasbih lah yang dominan menjadi pegangan. Upaya mendekatan diri terhadap Sang Khalik telah menjadi aktifitas rutin sehari-hari. Saat-saat seperti ini, berbagai kenikmatan dunia seakan kehilangan daya tariknya tergantikan oleh kerinduan atas indahnya surga.

Begitulah tahapan-tahapan dalam perjalanan kehidupan. Perjalanan ini tentunya akan semakin bermakna jika ia mampu memberikan manfaat, tidak hanya bagi dirinya sendiri namun juga bagi lingkungan di sekitarnya.

Mari kita belajar memaknai perjalanan hidup kita.


Responses

  1. setuju!! dalem euy..

  2. gak juga,
    gue kurang setuju dengan teori lu
    gimana lu bisa menyimpulkan demikian
    butuh bukti2 euy..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: